Kolom Liga 1: Inilah Alasan Semen Padang Gagal Bersaing di Kasta Teratas

Tribunnews
banner 468x60

VIVA Bola – Shopee Liga 1 hanya menyisakan dua pekan pertandingan namun setelah Bali United mengunci titel empat laga sebelum musim berakhir, kini tiga tim yang akan terdepak ke kasta kedua sepak bola Indonesia juga telah jelas berjarak.

Semen Padang, Kalteng Putra dan Perseru Badak Lampung menjadi tiga nama yang musim depan harus memulai musim mereka dengan bermain di Liga 2. Ketiga tim ini adalah tim yang merupakan pendatang baru pada awal musim ini, dan selain Kalteng Putra, dua nama lain adalah tim kawakan dengan Semen Padang menjadi yang paling punya nama setelah sempat terbang tinggi bersama Nil Maizar.

Read More
ac milan

Fokus kita kali ini adalah pada kegagalan Semen Padang untuk bersaing di papan atas sepak bola Indonesia. Namun sebelum berbicara tentang kegagalan tersebut, hal pertama yang patut dicermati adalah bahwa jadwal Liga 1 yang serampangan menjadi sumber utama bagi masalah konsistensi beberapa tim kecil dalam musim ini.

BolaSport

Pendanaan yang minimalis menjadi masalah beberapa tim dalam menyiapkan skuad yang harus bermain dalam jadwal neraka yang super ketat. Tim-tim dengan budget minimalis seperti Semen Padang, Kalteng Putra, Perseru Badak Lampung, Persela Lamongan, dan PSS Sleman harus menerima kenyataan untuk merotasi skuad yang diisi beberapa pemain kelas nasional.

Semen Padang mungkin adalah salah satu yang tim yang punya cukup budget untuk bersaing di papan tengah, tapi sekali lagi kelemahan dalam laga tandang dimana perubahan jadwal menjadi masalah utama yang tidak dapat ditengahi.

Timpangnya kualitas pemain lokal dan pemain asing juga menjadi masalah utama. Namun perlu dicatat juga bahwa hilangnya skuad inti yang membawa Semen Padang ke Liga 1 juga menjadi masalah yang sulit dielakkan. Dengan jadwal yang ketat dan kurangnya kohesi dalam skuad, sulit untuk melihat  Karl Max Barthelemy dan Venderlei dapat mengatur irama bermain dengan Irsyad Maulana dkk.

 

Semen Padang juga punya tendensi untuk kehilangan fokus diakhir laga yang terbukti pada jumlah kebobolan diatas menit 75 yang telah hadir dalam setidaknya 7 dari 10 pertandingan terakhir mereka.

Nasi telah menjadi bubur bagi tim Kabau Sirah dan kini manajemen tim ini harus berupaya untuk meracik kembali skuad yang kompetitif di Liga 2 untuk merebut kembali tiket promosi ke Liga 1 musim depan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.