VIVA Bola – Setelah sederet pejabat tingkat lokal dan nasional menjadi korban dari mewabahnya virus corona di Indonesia, kini ada berita besar baru ketika raksasa Liga 1 Persib Bandung telah mengkonfirmasi bahwa salah satu pemain mereka telah dites positif untuk novel corona virus (COVID-19).
Meskipun klub asal kota Kembang ini telah menahan diri dari mengungkapkan identitas sang pemain, klub mengatakan bahwa sang pemain yang terinfeksi saat ini berada di bawah isolasi dan dipantau oleh departemen medis klub.

“Persib dengan ini mengumumkan bahwa salah satu pemainnya telah dinyatakan positif COVID-19. Pemain ini sekarang dalam kondisi tanpa gejala dan sedang menjalani isolasi independen yang dipantau oleh tim dokter Persib sesuai dengan protokol pemerintah,” kata klub.
Kasus ini adalah kasus pertama pesepakbola yang dites positif terkena virus di Asia Tenggara. Menurut Persib, pemain lain dari klub sekarang akan mengkarantina diri di rumah sesuai dengan protokol kesehatan yang ada.
Persib mengatakan telah menunda sesi latihan sampai pemberitahuan lebih lanjut dan menambahkan mereka juga telah melakukan pembersihan menyeluruh dengan disinfektan di ruang ganti pemain dan kantor, toko, kafe, dll di klub.
“Ketika kami diberitahu bahwa salah satu pemain kami didiagnosis dengan COVID-19, kami segera meminta pemain untuk melakukan isolasi independen. Tidak hanya itu, kami juga telah menginformasikan masalah ini kepada pihak berwenang sehingga mereka dapat mengurangi risiko penyebaran COVID-19 dengan membantu mereka melakukan pelacakan kontak,” kata direktur Persib Glenn Sugita.
PERSIB Melakukan Antisipasi Pemain Positif Covid-19 https://t.co/dKElYmMpiz
— PERSIB (@persib) March 27, 2020
“Kesehatan dan keselamatan semua pemain, pejabat, dan penggemar Persib adalah yang paling penting bagi kami. Karena itu, kami juga meminta penggemar setia kami untuk terus mengikuti saran pemerintah untuk bekerja dari rumah, dan belajar dari rumah, untuk mengurangi risiko penyebaran COVID-19,” tambahnya.
Indonesia telah melaporkan lebih dari 1.000 kasus COVID-19 sejauh ini dengan catatan 90 diantaranya berakhir dengan kematian.









