VIVA Bola – Tahun 2011 adalah tahun yang aneh bagi sepakbola Indonesia. Selama tahun ini seorang pengusaha Arifin Panigoro, yang bosan dengan masalah terus-menerus yang mengganggu sepakbola Indonesia, memutuskan untuk membangun liga sepakbola profesionalnya sendiri – Liga Primer Indonesia.
Diharapkan bahwa LPI akan memperbaiki masalah yang telah mengganggu sepakbola Indonesia yang menahun, dengan pembentukan liga yang dikelola sepenuhnya secara profesional di mana klub tidak harus bergantung pada pemerintah daerah untuk pendanaan dan dengan organisasi dan keuangan yang tepat dengan struktur yang transparan dan profesional.
19 klub berpartisipasi dalam liga ini, dengan empat di antaranya adalah klub yang memisahkan diri dari sistem liga yang dibuat PSSI. PSM Makassar, Persema Malang, dan Persibo Bojonegoro bergabung dengan LPI dari Liga Super Indonesia, kemudian menjadi papan atas sepakbola Indonesia, sementara Persebaya Surabaya masuk ke dalam LPI dari Divisi Premier Indonesia, yang saat itu adalah tim lapis kedua sepakbola Indonesia.
15 klub lainnya dibuat dari nol dan salah satunya, mewakili titik paling barat Indonesia adalah Aceh United. Bermain di Stadion Harapan Bangsa berkapasitas 45.000 tempat duduk, Aceh United saat itu dilatih oleh pelatih berpaspor Prancis Lionel Charbonnier, yang merupakan kiper pilihan ketiga Prancis di Piala Dunia FIFA 1998.
Mereka dikapteni oleh bek legendaris Kamerun Pierre Njanka, yang memiliki pengalaman bermain di Piala Dunia 1998 dan 2002 dan telah membawa Arema Indonesia meraih gelar Liga Super Indonesia 2009-10. Tidak banyak yang diketahui tentang tim Aceh United karena kurangnya arsip datang mengenai LPI, tetapi menurut sebuah blog yang ditulis oleh warga Aceh Mukhlisuddin Ilyas, Aceh United tidak populer di kalangan penduduk setempat.
Saat itu, ada empat tim asal Aceh yang bersaing untuk supremasi lokal – Persiraja Banda Aceh, PSAP Sigli, PSSB Bireun, dan PSLS Lhokseumawe. Kecocokan di antara keempatnya adalah ketegangan dan gairah yang tinggi di antara kelompok-kelompok pendukung di wilayah tersebut dan karenanya pertandingan ini menjadi sangat dinanti.









