VIVA Bola –Â Wabah virus corona COVID-19 membuat agenda sepakbola berantakan. Sejumlah liga-liga di dunia harus dihentikan karena virus yang berasal dari Wuhan, China ini. Termasuk lima liga top Eropa: LaLiga, Premier League, Ligue 1, Bundesliga, dan Serie A.
Namun, masih saja ada liga yang tetap ngeyel menjalankan kompetisi. Pada akhirnya mereka menyerah pada keadaan dan juga harus menghentikan liga. Liga Super Turki misalnya. Kompetisi masih tetap dimainkan hingga Rabu 18 Maret 2020, padahal wabah virus corona terus mengganas.
Setelah mendapat berbagai tekanan, termasuk dari Asosiasi Pemain Profesional (FIFPro), Turki menyerah. Dilansir Soccerway, Federasi Sepakbola Turki (TFF) akhirnya memutuskan bahwa empat level kompetisi sepakbola profesional di Turki ditangguhkan, imbas dari corona, Jumat 20 Maret 2020.
Dalam pernyataannya, TFF tidak memastikan penangguhan ini sampai kapan. TFF menegaskan masih akan memantau perkembangan terakhir. Data terbaru di Turki, ada 1.529 kasus dengan 37 kematian.
Hal menarik terjadi di kompetisi teratas Belarusia, Belarusian Premier League. Ajang yang baru dimulai pada hari Kamis 19 Maret 2020 pekan lalu tetap berlangsung normal dengan kehadiran para penonton di arena pertandingan.
Tak ayal, fakta itu pun memunculkan sejumlah lelucon dan spekulasi bagi para penggemar si kulit bundar. Hal itu pula yang turut disampaikan eks pemain Barcelona dan Arsenal, Alexander Hleb.
Hleb yang merupakan warga negara Belarusia menuturkan bahwa negaranya tak lama lagi akan kedatangan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo yang sepertinya sudah “gatal” ingin main sepakbola. Di Belarusia, setidaknya ada 81 kasus virus corona namun belum ada korban berujung kematian. Mugkin ini yang menjadi penyebab mereka tetap nekat menjalankan liga.
Liga lain yang jalan terus adalah Singapore Premier League. Seluruh pertandingan di S-League berjalan tanpa penonton sejak 13 Maret 2020.  Sampai saat ini, Liga Singapura tetap berjalan dan belum ada kabar ada penundaan. Laga terakhir yang berlangsung adalah Tanjong Pagar vs Albirex Niigata pada 20 Maret 2020.
Keputusan ini sebenarnya tergolong riskan. Kasus corona di Singapura sudah mencapai 509 dengan 2 kematian.









