#StopRacism: Striker Porto Jadi Korban Pelecehan Rasial

Sports Illustrated
banner 468x60

VIVA Bola – Striker FC Porto, Moussa Marega, yang mencoba keluar dari lapangan setelah menjadi sasaran pelecehan rasis dari para penggemar, menghadapi paksaan dari rekan satu timnya sendiri dan pemain oposisi untuk mencegahnya keluar lapangan.

Marega, yang berkulit hitam dan bermain untuk Timnas Mali, tampak marah dengan nyanyian ala monyet yang menargetkannya setelah dia mencetak gol kedua Porto dalam kemenangan 2-1 Porto atas Guimarães di liga sepak bola Portugal.

Read More
ac milan

Tetapi ketika Marega mulai berjalan keluar lapangan, beberapa pemain dari Porto dan Guimarães tampaknya berdebat dengannya. Pelatih Porto Sérgio Conceição juga tampak masuk ke lapangan dan berusaha berbicara dengan Marega.

ANTARA

Marega tampak tertahan cukup lama untuk meninggalkan lapangan ketika ia digantikan. Marega mengacungkan jempolnya ke arah kerumunan penonton saat dia masuk terowongan ruang ganti. Kerumunan penonton menanggapinya dengan ejekan keras.

Sikap para pemain lain telah menuai kritik di media sosial. Marega menerima kartu kuning menyusul golnya di menit ke-61 ketika ia menanggapi pelecehan dengan menunjuk ke kulitnya dan dengan mengambil kursi dilemparkan ke atas lapangan.

Setelah pertandingan, Marega mengungkapkan kemarahannya dengan sebuah post dengan sumpah serapah di akun media sosial, menyebut para penggemar yang menghinanya “idiot yang datang ke stadion untuk membuat ejekan rasis.”

Pelatih Porto telah mengkritik perilaku para penggemar sebelum, selama dan setelah pertandingan. “Kami marah dengan apa yang terjadi. Moussa dihina saat pemanasan (sebelum kickoff),” kata Conceição setelah pertandingan.

“Kami adalah keluarga. Kebangsaan, warna, atau kedudukan seseorang tidak masalah. Kita adalah manusia. KIta pantas dihormati dan apa yang terjadi itu sangat tercela.” Kedua klub mengeluarkan pernyataan mengecam pelecehan rasisme, tanpa mengomentari sikap para pemain terhadap Marega.

“FC Porto dan para pendukungnya bersolidaritas dengan Moussa Marega, yang dituntun untuk mengambil sikap drastis setelah berulang kali dihina dengan penghinaan berbau rasisme,” kata pernyataan Porto. “FC Porto sangat mengutuk perilaku rasis sore ini, yang merupakan salah satu momen paling rendah dalam sejarah sepakbola Portugal baru-baru ini.”

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.