VIVA Bola – Bintang muda Chelsea Tammy Abraham telah menolak tawaran kontrak terbaru dari klubnya. Sekarang Frank Lampard berada dalam situasi yang sulit usai mempromosikan striker muda ini ke tim utama musim ini.
Pemain internasional Inggris ini telah menjadi pencetak gol terbanyak di Stamford Bridge tahun ini dengan 15 gol di semua kompetisi. Permainan apiknya telah membuat the Blues berada di urutan keempat di Liga Premier sementara juga terus bertahan di Piala FA dan Liga Champions.
Pentingnya Abraham telah tercermin dalam kenyataan tidak ada pemain lain yang telah mencetak angka ganda dalam hal gol yang telah dicetak. Michy Batshuayi, Willian, Christian Pulisic, dan Jorginho semuanya memiliki enam gol sementara Mason Mount memiliki lima.

Diharapkan bahwa posisi tinggi Abraham dalam skuad iini bisa meyakinkannya bahwa masa depannya tetap di Chelsea. Namun menurut Mirror, pemain berusia 22 tahun itu telah menolak tawaran terbaru dari klub masa kecilnya.
Dia memiliki dua tahun tersisa pada kontraknya saat ini sehingga tidak perlu ada momen terburu-buru untuk mengikatnya ke kontrak yang baru. Namun, situasinya telah menyoroti area bermasalah untuk Lampard. The Mirror melanjutkan dengan menyatakan bahwa Abraham berharap untuk menerima bayaran yang sama dengan sesama rekan setimnya.
Sebagai contoh, Callum Hudson-Odoi berhasil mendapatkan kontrak bernilai hingga £ 180.000 per minggu pada bulan September setelah kontraknya mencapai tahun terakhir. Ini bisa berarti ada masalah besar bagi Chelsea di masa depan, dengan jumlah itu sekarang tampaknya akan menjadi tolok ukur untuk para pemain muda dan agen mereka.

Lampard sepertinya bisa bernapas lega karena pemain muda lain seperti Fikayo Tomori, Reece James dan Mount sudah terikat untuk setidaknya tiga musim ke depan. Sementara itu, Abraham telah disulitkan dengan cedera pergelangan kaki akhir-akhir ini dan diragukan tampil dalam pertandingan melawan Everton hari ini.
Chelsea sangat membutuhkan kemenangan di Stamford Bridge untuk menjaga posisi mereka dari Manchester United, Wolves dan Sheffield. Seetelah hanya ada satu kemenangan dalam enam pertandingan di Liga Premier, genggaman mereka di empat besar semakin melemah.









