La Liga Tak Urung Kembali, Kerugian Barcelona Membengkak

credit: AP
banner 468x60

VIVA Bola – Barcelona terancam rugi besar setelah ternyata mereka bisa kehilangan begitu banyak uang akibat wabah virus corona COVID-19 yang menyerang Eropa. Setidaknya, dilansir Marca, Barca bisa kehilangan €100 juta atau setara Rp1,8 triliun akibat wabah virus corona. Nilai tersebut sama dengan 10 persen dari anggaran klub untuk musim 2019/20.

Kerugian ini bisa muncul jika beberapa kondisi terjadi. Andai LaLiga dan Liga Champions tak dilanjutkan, Barca bisa merugi sebesar €26,4 juta. Ada lagi, ancaman kerugian dari sektor lain yang jumlahnya mencapai €33 juta. Itu berasal dari pencapaian Barca di Liga Champions, dengan asumsi, mereka bisa lolos ke semifinal.

Read More
ac milan
Detik

Sementara, uang dari hak siar televisi juga bisa menguap begitu saja. Barca sebenarnya sudah mendapat 85 persen dari hak siar televisi. Namun, mereka bisa kehilangan €25 juta dari sektor tersebut.

Kemudian, sektor lainnya bisa menyumbang kerugian besar pula. Sebab, bisnis mereka macam penjualan merchandise, museum, sekolah sepakbola, tak bisa berjalan semestinya. Museum contohnya, bisa menghadirkan kerugian sebesar €15 juta karena operasinya berhenti akibat virus corona.

Sementara, musim lalu pemasukan dari museum mencapai €60 juta. Dengan kondisi ini, keuangan Barca sudah pasti goyang. Maka dari itu, mereka memutuskan untuk memotong gaji para pemainnya.

Masih Ingin Datangkan Neymar?

Mantan Wakil Presiden Barcelona, Emili Rousaud membeberkan informasi terkait ketertarikan memulangkan Neymar ke Estadio Camp Nou. Menurutnya itu memang daftar utama klub. Barcelona melepaskan Neymar ke Paris Saint-Germain pada 2017 lalu.

Ketika itu, pemain asal Brasil dijual dengan nilai batas pelepasan 222 juta euro (Rp3,7 triliun). Barcelona sebenarnya tak rela sang pemain lepas. Namun apa daya, mereka tidak boleh menahan kepergian Neymar karena klausul minimal pelepasan tertera dalam kontrak.

Tiga tahun berselang, kehilangan Neymar amat terasa bagi Barcelona. Mereka begitu ingin memulangkan pemain berusia 28 tahun agar lini depan kembali garang seperti dulu. Rousaud mengatakan, memang tidak mudah untuk memulangkan Neymar. Barcelona wajib menyediakan dana yang fantastis untuk mendapatkannya kembali.

Tapi seiring waktu, Barcelona melihat ada celah yang bisa dimanfaatkan, yakni dampak virus corona. Sejauh ini kompetisi di Eropa ditangguhkan, dan klub-klub banyak yang kesulitan finansial.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.