VIVA Bola – Pep Guardiola tidak akan pernah lupa. Setelah Manchester City gagal memangkas jarak 22 poin dari Liverpool usai kalah 2-0 dari Tottenham pada hari Minggu kemarin, pikiran Guardiola kembali ke tahun 2018 dan ia terlihat jengkel mendengar komentar dari petinggi Premier League.
Tim asuhan Guardiola yang memenangi liga dengan jarak 19 poin mendorong Richard Scudamore untuk mengekspresikan keinginan untuk “melihat sedikit lebih dekat ke dalam skuad Manchester City” meski juga memuji keunggulan tim tersebut.
Scudamore tidak lagi menjadi sosok petinggi Premier League saat ini dan Guardiola kini bertanya-tanya apakah bos-bos kompetisi Premier League akan baik-baik saja dengan keunggulan Liverpool yang bahkan bisa meraih gelar pada bulan Maret dengan kompetisi yang masih tersisa hingga dua bulan.

“Seorang petinggi dari Liga Premier mengatakan itu tidak dapat terjadi lagi, jadi tidak baik bagi Liga Premier (bahwa) City berhasil memenangkan gelar dengan cara itu dengan 100 poin,” kata Guardiola, tanpa menyebut nama Scudamore. “Jadi sekarang Liverpool yang akan jadi masalah kalian wahai “pemilik” Liga Premier. ”
Enam kekalahan City dalam 25 pertandingan musim telah menggagalkan harapan gelar ketiga berturut-turut dan menempatkan Liverpool di jalur utama untuk mengakhiri kekeringan title Premier League mereka selama 30 tahun.
Dalam jarak waktu tiga menit usai City bermain dengan 10 pemain, Tottenham langsung berada di depan melalui gol dari Steven Bergwijn. Rekrutan baru dari PSV Eindhoven ini menerima operan dari Lucas Moura dengan dadanya sebelum melepaskan sentuhan untuk mengontrol bola dan melakukan tendangan voli.
“Saya melihat bola masuk dan saya hampir menangis,” kata Bergwijn. “Ketika bola itu meninggalkan kakikuy, aku punya perasaan bahwa bola itu akan masuk … dan orang-orang itu melompat padaku.” Tanguy Ndombele menciptakan gol kedua untuk Son Heung-min di menit ke-71.
“Kurasa kami tidak bermain buruk,” kata Guardiola. “Tim ini dibangun untuk melakukan sesuatu dan bermain dengan cara tertentu. Sepuluh melawan 11 setelah peluang yang kami lewatkan dalam pertandingan ini … tetap saja saya pikir kami ada di sana. Ini tidak mudah.”
Keadaan akan menjadi lebih mudah jika saja Ilkay Gundogan dapat melakukan tugasnya dalam mengeksekusi penalti yang diselamatkan oleh kiper Tottenham Hugo Lloris di babak pertama.









