VIVA Bola – Bayern Munich berhasil melaju ke semi final Piala Jerman dengan kemenangan tipis atas Schalke. Gol Joshua Kimmich telah cukup untuk menjaga upaya mereka untuk treble Bundesliga, Piala dan Liga Champions tetap hidup.
Bayern akan bergabung dalam empat besar melawan tim divisi keempat Saarbrucken. Setelah bermain imbang 1-1 dengan Fortuna Dusseldorf, Saarbrucken menang 7-6 melalui adu penalti untuk menjadi tim pertama dari level tersebut yang mencapai empat besar kompetisi DFB Pokal.
Kiper Daniel Batz adalah pahlawan utama usai menyelamatkan penalti di waktu normal dan kemudian empat tendangan lainnya untuk melumpuhkan lawan mereka asal Bundesliga. Saarbrucken bermain di liga regional barat daya di Jerman, dan telah mencapai empat besar untuk pertama kalinya dalam 35 tahun.
Bayern kembali tampil tanpa pencetak gol terbanyak Robert Lewandowski yang menepi karena cedera lutut. Tim ini unggul tiga poin dari RB Leipzig di Bundesliga dan unggul 3-0 atas Chelsea setelah pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions.
Dua perempat final piala lainnya berlangsung pada hari Rabu depan saat Bayer Leverkusen menghadapi Union Berlin dan Eintracht Frankfurt menghadapi Werder Bremen.
RB Leipzig Respon Isu Rasisme Terhadap Fans asal Jepang
RB Leipzig telah meminta maaf kepada sekelompok tamu asal Jepang yang diminta untuk meninggalkan pertandingan kandang pada hari Minggu melawan Bayer Leverkusen di tengah kekhawatiran akan mewabahnya coronavirus.
Steward di pertandingan itu disuruh untuk melakukan “peningkatan pemeriksaan pada sekelompok orang dari area risiko potensial”. Kantor berita DPA Jerman melaporkan bahwa sekelompok sekitar 20 pengunjung disuruh pergi 10 menit setelah kick-off.
“Kami ingin dan harus meminta maaf atas kesalahan ini pada saat ini,” kata klub Bundesliga tersebut. “Sayangnya, dalam kasus khusus ini, karena ketidakpastian besar yang saat ini ada di negara kita tentang topik ini, kesalahan telah dibuat dalam interpretasi rekomendasi kepada para penonton asal Jepang.”
Dalam sebuah pernyataan, delegasi tersebut mengatakan: “Kami selalu menyadari bahwa insiden ini terjadi karena kekhawatiran terkait dengan coronavirus, dan bukan karena hal lain.” Dikatakan juga bahwa telah terjadi “pertukaran konstruktif” antara semua pihak yang terlibat.









