VIVA Bola – Carlo Ancelotti meraih hasil buruk dalam kembalinya ia ke Stamford Bridge ketika Chelsea membantai Everton untuk meningkatkan harapan finish empat besar Liga Premier mereka.
Dibantu dengan masukknya Billy Gilmour yang berusia 18 tahun, yang melakukan debut penuh pertamanya di Liga Premier, Chelsea memulai pertandingan dengan tempo yang jauh lebih maju setelah 14 menit ketika Mason Mount mengakhiri catatan 18 pertandingan tanpa mencetak gol dengan melepaskan tembakan melewati Jordan Pickford.
Pedro kemudian mendapatkan umpan terobosan yang luar biasa dari Ross Barkley untuk mencetak gol liga pertamanya musim ini ketika tim asuhan Frank Lampard terlihat nyaman mengambil kendali permainan.
Everton memiliki kesempatan untuk membalas lima menit kemudian tetapi pencetak gol terbanyak Dominic Calvert-Lewin melepaskan tembakan yang mudah untuk diantisipas Kepa Arrizabalaga.
Dua gol dalam waktu tiga menit datang tak lama setelah jeda mengakhiri pertandingan ketika Willian mencetak gol melewati sudut bawah dengan tendangan rendah dan Olivier Giroud melanjutkan comeback apiknya dengan tendangan dari jarak pendek.
Everton yang datang dalam bentuk terbaik sejak pertandingan pertama Ancelotti pada 26 Desember telah mengambil 18 poin sejauh ini. Namun tim ini takluk dalam hal konsistensi dan terlihat tidak memiliki kreatifitas di lini tengah.
Ini adalah momentum yang sangat mengecewakan bagi pelatih asal Italia dalam kembalinya ia ke klub di mana ia memenangkan Premier League dan Piala FA pada musim 2009-10.

Dengan hasil ini berarti Everton tetap di urutan ke-12, delapan poin di belakang Manchester United yang berada di urutan kelima, sementara Chelsea berada di urutan keempat, unggul tiga poin dari asuhan Ole Gunnar Solskjaer.
Man of The Match
Debut penuh pertama di ajang Liga Premier bagi Gilmour datang setelah penampilan man-of-the-match nya dalam kemenangan di putaran kelima ajang Piala FA atas Liverpool pada tengah pekan.
Gilmour menawarkan alternatif yang lebih cepat dibanding Jorginho, yang diskors untuk laga ini. Bermain di dasar lini tengah The Blues, dan pemain muda Skotlandia itu tampaknya memiliki efek pada permainan mereka yang ada di depannya.









