VIVA Bola – FIFA diberitakan akan mengadakan tinjauan besar terhadap kalender pertandingan internasional, yang mengatur tanggal kompetisi dan turnamen besar. Telah ada banyak keluhan dari pelatih tentang padatnya jadwal pertandingan.
“Sistem saat ini harus, sekali dan untuk semuanya, dibahas secara menyeluruh,” kata FIFA. Manajer Manchester City Pep Guardiola sebelumnya mengatakan padatanya fixture adalah “bencana bagi para pemain”.
Musim panas ini, banyak pemain top Premier League akan terlibat dalam ajang Euro 2020, Copa America atau Olimpiade, dengan ajang Piala Afrika akan berlangsung pada bulan Januari dan Februari 2021 mendatang.
Klopp mengatakan bahwa banyak pemain top tidak mendapatkan istirahat yang cukup karena komitmen klub dan internasional, menambahkan “The Manes, Salahs, Hendersons – semua orang ini memiliki jadwal dua minggu libur dalam setahun dalam pekerjaan yang menuntut fisik.”
Guardiola menambahkan: “Kami membutuhkan lebih sedikit jadwal, lebih sedikit kompetisi, lebih banyak masa pemulihan. Saya sepenuhnya mendukung Jurgen Klopp ketika ia membuat pernyataan ini – ada terlalu banyak pertandingan.”
Dalam sebuah dokumen baru, The Vision 2020-2023: Membuat Sepakbola Global, presiden FIFA Gianni Infantino mengatakan peninjauan daftar jadwal pertandingan memang telah sangat diperlukan.
“Kalender pertandingan internasional memainkan peran sentral dalam pertumbuhan sepak bola yang berkelanjutan di semua wilayah di dunia dan di semua tingkatan,” tambah FIFA.
“Sistem yang aada saat ini harus, sekali dan untuk semuanya, dibahas secara menyeluruh dengan semua pemangku kepentingan dan ditinjau sesuai dengan kebutuhan mereka dalam upaya kolektif untuk menjamin pendekatan yang benar-benar global.”

FIFA juga akan membahas apakah mereka akan mencegah terjadinya pertandingan liga domestik yang dimainkan di negara lain. Komite Pemangku Kepentingan, yang akan mengadakan pertemuan di Zurich pada hari Kamis, akan membahas apakah akan merekomendasikan untuk membuat amandemen terhadap aturan badan pengatur sepak bola dunia.
Gagasan ‘pertandingan ke-39’ pertama kali disebutkan oleh kepala eksekutif Liga Premier Richard Scudamore pada tahun 2008 tetapi akhirnya dibatalkan karena pertentangan yang meluas dari berbagai pihak.









