VIVA Bola –Â Pertandingan antara Inter Milan melawan Sampdoria adalah di antara tiga pertandingan Serie A yang telah ditunda karena kekhawatiran akibat penyebaran virus corona yang baru-baru ini merengut nyawa dua orang di Italia.
Penangguhan ini diumumkan oleh perdana menteri Italia Giuseppe Conte pada konferensi pers pada hari Sabtu ini. “Menteri Olahraga [Vincenzo] Spadafora bermaksud untuk menunda semua event olahraga yang direncanakan untuk hari Minggu di wilayah Veneto dan Lombardy,” kata Conte.
Penangguhan ini juga mencakup jadwal antara Hellas Verona melawan Cagliari dan juga pertandingan antara tim yang duduk di posisi keempat Atalanta melawan Sassuolo yang dijadwalkan akan dimainkan akhir pekan ini.
Inter Milan telah secara resmi mengkonfirmasi di Twitter tentang penundaan pertandingan yang harusnya dimainkan hari Minggu ini di San Siro. Sebelumnya pada hari Sabtu, sejumlah pertandingan sepak bola di beberapa kasta Serie B di Italia juga telah resmi ditunda.
🚨 | OFFICIAL STATEMENT#InterSampdoria, which was due to take place at 20:45 CET on Sunday 23 February, has been postponed to a later date 👉 https://t.co/K6BtBQ4QRx#FCIM
— Inter (@Inter_en) February 22, 2020
Tindakan itu diambil ketika seorang wanita dari wilayah utara Lombardy menjadi orang kedua di Italia yang meninggal karena virus corona dalam 24 jam terakhir. Pertandingan antara Cremonese dari kasta Serie B melawan Ascoli dan Piacenza melawan Sambenedettese di Serie C termasuk di antara jadwal pertandingan yang ditunda karena kekhawatiran ini.
Pertandingan dari kasta Serie D dan sejumlah pertandingan amatir dan tim muda di wilayah Lombardy dan Veneto juga telah resmi dibatalkan.
Beberapa kota di wilayah Lombardy telah secara resmi dalam keadaan lock down, dengan sekolah dan kantor ditutup serta penduduk didesak untuk menjauh dari area yang dianggap menjadi sumber masalah.
Virus baru, yang berasal tahun lalu di provinsi Hubei di Cina, menyebabkan penyakit pernapasan yang disebut Covid-19. Cina telah melaporkan 75.567 kasus virus, termasuk 2.239 kematian. Di luar China, lebih dari 1.200 kasus telah dikonfirmasi di 26 negara dan setidaknya ada delapan kematian.









