Analisa: Menakar Kemampuan Sheffield United untuk Meraih Tiket Eropa – Part 1

credit: AP
banner 468x60

VIVA Bola – Akan sulit untuk melihat kisah underdog terbesar Leicester yang memenangkan Premier League di musim 2015-16. Namun, ada kisah lain yang tidak kalah menariknya. Potensi Sheffield United untuk bermain di Liga Champions adalah sesuatu yang absurd di awal musim, tapi kini semuanya telah berubah.

Klub dari “Steel City” ini berada di tempat terakhir di divisi ketiga hanya 3 ½ tahun yang lalu, tetapi sekarang duduk keenam di Premier League dan bersaing dengan Chelsea, Tottenham dan Manchester United untuk mengamankan apa yang mungkin menjadi tiket terakhir untuk kualifikasi mencapai kompetisi top Eropa.

Read More
ac milan
AP

Semuanya tidak berjalan mulus untuk Sheffield United, yang secara luas diperkirakan akan terdegradasi di musim pertamanya di divisi teratas dalam 12 tahun meski kini duduk lima poin di belakang Chelsea dengan sepertiga musim tersisa.

Setelah menang 1-0 atas Crystal Palace pada hari Sabtu kemarin, tiga pertandingan The Blades berikutnya adalah laga kandang melawan Bournemouth, Brighton dan Norwich – tiga tim yang berjuang melawan degradasi. Chelsea, sementara itu akan tersandung dalam mengejar tiket Liga Champions setelah hanya memenangkan empat dari 13 pertandingan terakhirnya.

Perlombaan untuk posisi keempat semakin terbuka lebar karena beberapa tim yang menjadi kompetitor Sheffield United masih bermain dalam kompetisi Eropa. Kuncinya ada pada kematangan taktik Chris Wilder yang masih terus merendah tiap kali ditanyakan tentang potensi anak asuhnya bermain di Eropa.

Wilder memiliki awal yang sulit usai ditunjuk untuk melatih di klub masa kecilnya. Tim asuhannya kalah pada tiga dari empat pertandingan pertamanya di bawahnya untuk berada di posisi terbawah di kasta League One pada Agustus 2016, posisi liga terburuk mereka sejak awal 1980-an.

 

Wilder kemudian beralih ke mode pertahanan yang diisi tiga pemain dan mulai menggunakan taktik non ortodoks yang melihat pemain belakang bermain lebar dan maju atau ia menempatkan bek sayap didepan wing back yang menyebabkan tumpang tindih posisi.

Pendekatan ini telah kerap merusak irama bermain beberapa tim besar yang tidak terbiasa mengakomodir penekanan sayap dengan double penetration dari tiga hingga empat pemain Sheffield.

Bersambung ke Bagian Kedua

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.