VIVA Bola – Pemain ini masih berusia 19 tahun, bermain untuk Borussia Dortmund dan seolah tidak bisa berhenti mencetak gol. Erling Haaland? Nope. Meski striker Norwegia ini terus meraih sorotan dengan tujuh gol dalam tiga pertandingan pertamanya di Bundesliga, Jadon Sancho telah berbuat lebih banyak untuk memacu Dortmund kembali ke perburuan gelar Bundesliga.
Pemain sayap asal Inggris ini telah mencetak sembilan gol dalam sembilan pertandingan terakhirnya, dan membantu tujuh gol lainnya dalam periode tersebut. Gol-gol itu sangat penting karena Dortmund telah kini hanya berjarak tiga poin dari tempat pertama dalam pertempuran empat arah untuk meraih gelar.
Sancho seolah langsung klik dengan Haaland ketika striker asal Norwegia itu tiba dari Salzburg pada awal tahun baru. “Saya dan dia berkombinasi dengan sangat baik dan kami membawanya ke dalam permainan dan membantu tim,” kata Sancho.
“Saya sangat senang dia ada di sini.” Ujar Sancho, pemain kelahiran London yang meninggalkan Manchester City ke Dortmund pada tahun 2017 untuk mencari pengalaman tim pertama. Gol yang ia cetak gol dalam kemenangan 5-0 Dortmund atas Union Berlin pada Sabtu kemarin membuatnya menjadi pemain termuda dalam sejarah yang telah mencetak 25 gol Bundesliga.
Haaland dan Sancho adalah pemain bintang dalam tim dengan tampilan baru ala Dortmund. Bagaimanapun, klub ini mempunya reputasi sebagai akademi untuk calon pemain terbaik Eropa. Di sebelah Haaland dan Sancho ada Julian Brandt yang masih berusia 23 tahun dan terlihat sangat classy.
Dortmund tidak berharap Sancho dan Haaland untuk bertahan selamanya, tidak setelah mereka melihat Christian Pulisic pindah ke Chelsea pada akhir musim lalu, dan Ousmane Dembélé ke Barcelona tahun sebelumnya.
Performa yang hampir tak terhentikan dari Sancho di lapangan mungkin akan berdampak pada pertimbangan tim terutama karena Dortmund terkadang telah tidak senang dengan perilaku Sancho di luar lapangan.
Pada bulan Oktober, ia dikeluarkan dari skuad untuk pertandingan melawan rival gelar Borussia Mönchengladbach untuk apa yang dikatakan tim adalah “alasan disipliner,” usai ia dilaporkan terlambat untuk kembali dari tugasnya bersama Timnas Inggris.
Dua bulan kemudian, ia kembali dipaksa duduk di bangku cadangan untuk pertandingan Liga Champions melawan Barcelona. “Kami membutuhkan 11 pemain yang akan fokus dan siap di lapangan,” kata pelatih Dortmund Lucien Favre tentang keputusan membangkucadangkan Sancho.









